Look up

Minggu, 21 Juli 2013

Unknown 04.19.00
Purwokerto [21/7], Tak banyak adanya perubahan dari sebuah generasi. Mereka lebih disibukan mementingkan kepentingan pribadi di tengah kedok kepentingan umum yang digemborkan. Bermulut manis untuk melicinkan strategi, mengambil simpatik, dan kemudian menikam dari belakang. Mereka terlatih lantaran salah penyerapan makna dari suatu peristiwa. Yang mereka serap adalah sisi buruknya, wajar saja karena tanpa didasari niatan baik maka sirna pula pemikiran baiknya. Mata hatinya tertutup rapat dari Hidayah-NYA. Seperti zaman jahiliyah warisan bangsa sebelum Islam. Mereka bodoh dan tidak mau disadarkan. Mencela dan menghajar orang yang berusaha mengingatkan. Bukankah itu aneh? ya, itulah realita dari sepenggal cerita zaman jahiliyah yang pernah ada.

Seharusnya sebagai pemuda yang beriman, mereka mampu berjihad membela kebenaran Islam. Bukan malah mengetasnamakan kebenaran sebagai kedok dari kebusukannya. Terlihat manis di muka namun saling menghajar di belakangnya.

Hentikan perbuatan yang memalukan itu, mari tegakkan dada dan kembali beriman di jalan Allah. Semoga kita mendapat hidayah-NYA sehingga kita mampu berpikir jernih dan mampu mengambil sikap jihad dalam upaya amar ma'ruf nahi munkar jihad fi sabilillah. Dari hal terkecil disekitar kita, menuju Negara yang berwibawa dan berkeadaban tinggi. [az]
Pecundang kelas teri

Description: PECUNDANG KELAS TERI
Reviewer: Unknown
Rating: 4.0
ItemReviewed: PECUNDANG KELAS TERI

Tidak ada komentar:

Apakah blog ini membantu?

Networking Area